
Humas Polres Pulau Taliabu – Seorang nelayan asal desa
Lede, Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu, yang dilaporkan hilang saat
melaut, akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh tim pencarian
pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 11.00 WIT di perairan utara Pulau Taliabu,
sekitar 30 mil dari pesisir desa Lede.
Korban diketahui bernama La Raiju (59), seorang nelayan
warga desa Lede. Sebelumnya, korban berangkat melaut pada Sabtu (29/5/2026)
sekitar pukul 16.00 WIT menggunakan perahu jenis bodi katinting yang dilengkapi
dua unit mesin Yasuka 25 PK untuk mencari ikan guna kebutuhan hajatan
pernikahan keluarga.
Menurut keterangan istrinya, Surati (58), korban tidak
kunjung kembali ke rumah hingga beberapa hari kemudian. Karena khawatir, pada
Senin (1/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIT, pihak keluarga melaporkan kejadian
tersebut kepada Bhabinkamtibmas Desa Lede dan Pemerintah desa untuk meminta
bantuan pencarian.
Mendapatkan laporan tersebut, personel Polsubsektor Lede
bersama anggota BPBD, keluarga korban, dan masyarakat setempat segera melakukan
upaya pencarian. Tim pencarian melibatkan personel kepolisian yang dipimpin
oleh Bripka Harfin Idu serta didukung masyarakat dan rekan-rekan nelayan
setempat.
Pencarian dilakukan menggunakan dua armada laut, yakni satu
unit longboat bermesin 40 PK dan satu unit speedboat mini bermesin 40 PK.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan BPBD Kabupaten Pulau Taliabu guna
memperluas jangkauan pencarian.
Sekitar pukul 11.00 WIT, tim pencarian yang terdiri dari
rekan-rekan nelayan korban, yakni Safrin, La Ata, dan La Kamarudin, menemukan
sebuah perahu katinting yang sedang terombang-ambing di tengah laut. Perahu
tersebut terlihat menggunakan layar darurat yang terbuat dari terpal berukuran
2 x 3 meter.
Setelah mendekati perahu tersebut, tim memastikan bahwa
orang yang berada di atasnya adalah La Raiju, nelayan yang sebelumnya
dilaporkan hilang. Korban kemudian dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara
perahunya diderek dan dibawa kembali ke Desa Lede.
Kepada petugas, korban menjelaskan bahwa pada Sabtu malam
sekitar pukul 22.00 WIT, saat dirinya sedang beristirahat di bagian depan
perahu setelah memasang rawe, ia mencium bau bensin dan kemudian mendapati
kobaran api di kamar mesin perahunya.
Korban segera berupaya memadamkan api dengan peralatan
seadanya. Ia menggunakan air laut untuk menyiram kobaran api dan membasahi
pakaiannya untuk menutupi tangki bahan bakar agar api tidak semakin membesar.
Setelah berjuang selama kurang lebih satu jam, api berhasil dipadamkan. Namun,
akibat kerusakan yang terjadi, perahu korban tidak dapat beroperasi sehingga
hanyut terbawa arus laut selama beberapa hari.
Kapolsek dan personel yang terlibat bersama BPBD serta
masyarakat setempat mengapresiasi kerja sama seluruh pihak dalam proses
pencarian yang membuahkan hasil dengan ditemukannya korban dalam keadaan
selamat.
Pihak kepolisian mengimbau kepada para nelayan agar selalu
memperhatikan kondisi perahu, membawa perlengkapan keselamatan, alat
komunikasi, serta memberitahukan tujuan pelayaran kepada keluarga sebelum
melaut guna mengantisipasi kejadian serupa di kemudian hari.
"Berkat kerja sama antara personel kepolisian, BPBD,
keluarga, dan masyarakat, korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Ini
menjadi bukti pentingnya sinergi dan kepedulian bersama dalam membantu sesama
warga yang mengalami musibah," tutup petugas.

Posting Komentar